EnglishIndonesian

Paket Wisata Jogja Murah I Sewa Hiace Jogja I Biro Umroh Jogja

Festival Sego Gudang Tanda Di Bukanya Pasar Tradisional

22 Des 2019

No Comments

Tourgunungkidul

16

festival sego gudang

Kegiatan demi kegiatan pemerintah desa ngoro – oro dalm mempromosikan sumber daya manusia tak pernah padam, dengan penuh semangat segenap element masyarakat terus berupaya demi kesejahteraan Desa. Minggu pagi lebih tepatnya pada hari minggu legi (hari jawa) pasar tradisional Desa Ngoro-oro mengadakan kegiatan “Festival Sego Gudang” menjadi tanda telah usainya pembangunan pasar rakyat Desa Ngoro-oro telah usai di bangun. keberadaan pasar ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam peningkatan perekonomian desa. Bertepatan dengan hari ibu yang jatuh pada hari Minggu tanggal 22 Desember 2019. 

“Festival Sego Gudang” menjadi salah satu upaya pemerintah desa dalam memperkenalkan keberadaan pasar tradisional tersebut melalui lembaga desa BUMDes “Margo Mulyo”. BUMDes mengajak masyarakat untuk tidak melupakan makanan tradisional yaitu sego gudang yang dulunya selalu ada di setiap sajian masakan orang jawa. Sehingga dengan diadakan acara ini masyarakat dapat lebih mencintai lagi makanan khas Yogyakarta. Makanan sehat yang terdiri dari berbagai sayuran dan parutan kelapa ini hampir di lupakan oleh masyarakat zaman saat ini dengan bermunculannya makanan cepat saji. Makanan yang tersusun dari perpaduan rebusan sayutan di tambah dengan sambal parutan kelapa dan cabe atau yang sering di sebut urap atau gudangan. 

Sagiran Natta ketua selaku ketua BUMDes dan ketua penyelenggara kegiatan menyampaikan, setidaknya didalam acara ini di hadirkan pedagang yang telah menempati loss pasar baru ini. Para pedagang berasal dari masyarakat sekitar yang ingin ikut juakan disini. Dalam acara ini setidaknya kami menyiapakan sekitar 500 pincuk (Bungkus) sego gudang yang akan kami bagikan kepada masyarakat dan tamu undangan yang hadir. 

Festival Sego Gudang baru pertama kami laksanakan dengan maksud memperkenalkan pasar rakyat Desa Ngoro-oro  yang telah di bangun dengan dana BUMDes bekerjasama dengan muhamadiyah sebagai pemilik tanah, dimana tanah khas ini diserahkan ke pada kami untuk menjadi tanah khas Desa Ngoro-oro, terangnya.

Dengan adanya pasar desa berharap para masyrakat tidak perlu jauh jauh untuk menjual maupun membeli barang barang kebutuhannya. Dengan semakin berkembangnya pasar ini semoga mebawa dampa yang positif bagi warga Desa dan dapat ramai seperti harapan kami selaku pengelola dan sebagai lembaga Desa Ngoro-oro, ujarnya.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Telepon
WhatsApp