Menilik keindahan Goa Jlamprong Gunungkidul

Tourgunungkidul.com, Goa jlamprong terletak di desa wisata mojo,ngeposari Kabupaten Gunungkidul, DIY atau sebelah timur dari pusat kota wonosari sekitar 10 km. Gao Jlamprong menjadi salah satu potensi kekayaan alam karst Gunung Sewu di bagian barat yang di kelola oleh masyrakat sekitar yang membentuk kelompok sadar wisata untuk menunjang perkembangan potensi alam yang berada di dalam bumi. Keindahan ornamen bebatuan penyusunnya pun layak menadapat nilai lebih dengan kaindahan yang di sajikan. Kegiatan wisata minat khusus / special interest sangan cocok bagi anak muda maupun pecinta alam. Goa Jlamprong merupakan goa yang memiliki karateristik berair dan berlumpung, para wisatawan yang datang untuk menikmati keindahan stalaktit dan stalakmitnya di wajibkan memakai peralatan yang memadai dan di pandu oleh pemandu yang berkompeten. Kegiatan uji adrenalin di Goa Jlamprong dapat anda nikmati dengan harga tiket masuk yang sudah termasuk dengan peralatan helm, pelampung, sepatu boot juga pemandu. Selama anda beraktivitas di dalam Goa Jlamprong anda dapat menjumpai beberapa goa dengan karakteristik dan pemandangan yang berbeda beda. Sekitar 3 jm beraktivitas anda dapat menjumpai tiga goa. Gua gesing, gua jlamprong, juga gua sinden. Untuk panjang gua gesing ke jlamprong 203 meter. Jlamprong ke sinden 572meter.
Dapat ditempuh dengan waktu 1.5jam.

Seajarah perkembangan dan nama dari Goa Jlamprong sendiri di ambil dari cerita rakyat yang turun temurun dan berkembang di masyarakat lokal. Asal muasal goa ini Dinamai masyarakat dengan sebutan jlamprong karena harimau penunggu goa itu namanya jlamprong, Jlamprong ini merupakan harimau yang bersahabat dengan manusia. Berdasarkan cerita warga lokal ada yang mau masuk gua untuk mengambil air buat mandi terus mendengar rintihan harimau tersebut, ternyata yang merintih adalah si jlamprong.
Warga tersebut yang bernama mbah Bodho mencoba mendekat ternyata jlamprong rahangnya kena tulang sehingga kedua rahanya tidak dapat menutup. Mbah Bodho mencoba untuk membantu merapatkan ke 2 rahang mulutnya dan ternyata tidak bisa. Mbah Bodho mencoba berkomunikasi dengan macan Jlamprong yang intinya mau menolongmu asal kamu tidak menganggu saya dan anak cucu saya dan si jlamprong menjawab saya tidak akan menganggu kamu dan anak cucumu asal mereka tidak menganggu anak cucuku juga tidak merusak rumahku (gua). dan terjadilah sebuah perjanjian di antara Mbah Bodho dan Macan Jlamprong untuk saling manjaga daerah dan kawasan tersebut untuk di wariskan ke anak cucu kelak.
Maka dicabutlah tulang yang ada di rahang Jlamprong. Dan hingga saat ini tidak ada kerusakan ataupun bencana yang di timbulkan oleh Jlamprong dan sebaliknya gua ini juga masih alami dan warga saling bahu membahu untuk menjaganya. Sebelum beraktivitas di dalam goa pengunjung juga di ajak melalui beberapa treck yang sangan indah untuk foto yaitu Mata Air Kecemut, Gua Pecah, Hutan Rakyat dan Embung Jlamprong yang di kemas menjadi Oe Day Tour Jlamprong. Aktivitas susur goa di Gunungkidul ini dapat dinikmati dan solusi bagi para wisatawan yang ingin acara wisatanya jauh dari keramain.

Wisata minat khusus ini dapat kita nikmati dengan fasiltas yang di sediakan seperti :

  • pemandu wisata minat khusus
  • kelapa muda
  • peralatan standar internasional
  • lampu senter

Metting Point di lokasi desa wisata mojo

Warm Regards,
Muchamad Apriyanto
Delegation of Daerah Istimewa Yogyakarta Province
M: 081904043741 / 081327269718
 
 

Tinggalkan Balasan