Menengok sejenak Tari Barong dan Keris kesenian khas adat Bali

Wisaat Bali, Pertunjukan Seni Tari Barong merupakan perwujudan sebuah cerita yang mencerminkan antara perbuatan “kebajikan” melawan “kebathilan”, makhluk mithologi yang melukiskan tentang kebajikan yang di perwujudkan dengan Barong, sedangkan Rangda adalah yang maha dasyat mengambarkan kebathilan. Seni pertunjukan tari ini menceritakan tentang usaha penculikan terhadap Dewi Kunthi dan para pengikutnya dalam perjalanan untuk menemui Patihnya. para penculik merupakan pengikut dari Ragda. Dalam perjalanan, pengikut Dewi Kunthi untuk menemui Patihnya, pengikut Rangdam berubah menjadi setan (seperti rangda) dan memasukkan roh jahat kepda pengikut Dewi Kunthi sehingga mereka berubah menjadi jahat dan marah tanpa sepengetahuan Dewi Kunti. Perjalanan mereka pun trus berlanjut sampai ketemu dengan Patih untuk bersama sama menghadap kepada Dewi Kunti. Pada saat sampai di hadapan Dewi Kunti yang di temani oleh anaknya Sahadewa, Dewi Kunti pun berjanji akan menyerahkan anaknya sebagai korban kepada Rangda. Dengan kelicikan Rangda yang memasukkan setan kepada Dewi Kunti sehingga Dewi Kunti dengan rela hati menyerahkan anaknya kepada Rangda serta memerintahkan kepada Patihnya untuk membuang Sahadewa ke hutan. Patih utusan dari Dewi Kunti pun tak luput dari trik jahat Rangda dengan memasukkan setan jahat kepada tubuh Patih sehingga bersedia untuk menjalankan perintah tersebut untuk mebuang dan mengikat Sahadewa di muka Rangda di tengah hutan Sesampainya di hutan kejadian ini di ketahui oleh Dewa Siwa dan memberikan keabadian kepada Sahadewa sehingga Rangda saat mencoba untuk mengoyak oyak dan mebunuh Sahadewa tidak dapat dilakukan dikerenakan kekebalan yang di anugrahkan kepadanya. Dengan ketidak mampuan Rangda untuk mebunuh Sahadewa akhirnya Rangda menyerah dan meminta pengampunan dan menyerah kepda Sahadewa. Pengakuan kekalahan Rangda memohon untuk diselamatkan agar dapat masuk surga dan di kabulkan oleh Sahadewa sehingga sang Rangda mendapat surga. Mendengar kekalahan Rangda “KALIKA” pengikut Rangda menghadap kepada Sahadewa untuk melakukan penolakan atas kalahnya Rangda. Akhirnya penolakan ini berujung pada perkalahian antara KALIKA dan Sahadewa, Kalika berubah menjadi Babi Hutan namun Sahadewa tetap mendapat kemenangan, namun Kalika tetap berusaha dengan merubah dirinya menjadi Burung tetapi tetap dikalhkan oleh Sahadewa. Pertempuran terus berlangsung dengan kemenangan tetap di shadewa sehingga Kalika merubah dirinya menjadi Rangda. Dengan kesaktian yang sama seperti yang di miliki Rangda, Sahadewa tidak mampu untuk untuk membunuhnya dan akhirnya Sahadewa berubah menjadi Barong. Dengan kessaktian yang sepada antara Barong dan Burung, pertarungan ini terus terjadi menjadi pertempuran abadi ” kebajikan” melawan “kebathilan” . Dengan begitu dahsyat pertempuran tersebut munculah pengikut Barong denga Kerisnya yang hendak menolong Barong dalam pertempuran melawan Rangda. mereka semua pun tak mampu untuk melumpuhkan kesaktian yang di miliki Rangda.

Warm Regards,
Muchamad Apriyanto
Delegation of Daerah Istimewa Yogyakarta Province
M: 081904043741 / 081327269718
 
 

Tinggalkan Balasan